Perencanaan Nusantara Indonesia membahas mengenai bagaimana meminimalkan dampak lingkungan, strategi dalam penyusunan program perkotaan, dan perencanaan bisnis real estate.
Wilayah Ibukota Nusantara pada awalnya merupakan hutan yang merupakan habitat berbagai satwa. Dalam rangka meminimalkan dampak lingkungan, pembangunan IKN diarahkan sebagai pusat pemerintahan baru sekaligus tetap menyediakan tempat bagi satwa dan hutan yang berkelanjutan. Bisnis dan investasi yang berpeluang untuk dilakukan yaitu program reforestasi, restorasi aset biodiversitas, solusi berbasis alam (SbA), pariwisata berbasis alam, dan bisnis pangan dan agrikultur.
Ibukota Nusantara bukanlah membangun Jakarta baru, tetapi menciptakan sinergi dengan Jakarta. IKN menjadi pusat pemerintahan, sedangkan Jakarta tetap menjadi pusat dari kegiatan ekonomi. Program perkotaan yang dapat dijalankan di IKN diantaranya adalah infrastruktur hijau yang melindungi fungsi ekologis, smart living yang menyediakan lingkungan hijau dan sehat untuk kehidupan, transportasi yang mencakup transportasi publik dan kemudahan pejalan kaki, supply chain dalam properti perkotaan.
Tidak hanya pengembangan perkotaan, di sekitar IKN saat ini sudah terdapat berbagai desa yang berkembang dan mandiri. Yang menjadi isu adalah bagaimana desa-desa tersebut dapat menjadi bagian penting dari pembangunan IKN, seperti untuk penyedia pangan dan produk kreatif. Perencanaan bisnis real estate di IKN dapat dilakukan dengan penyediaan affordable housing, fasilitas kesehatan dan olahraga, pusat perbelanjaan dan hiburan, hotel dan rumah sewa, serta universitas dan sekolah.
Membangun IKN harus melalui proses yang ‘cerdas’ tidak hanya dengan memanfaatkan data dan teknologi terkini, tetapi juga mengorganisir partisipasi sumber daya manusia (SDM) internasional, nasional, dan daerah yang memiliki bekal pengetahuan yang berbeda ke dalam satu orkestrasi pembangunan kota.


