Bencana yang terjadi silam mendorong pembangunan kembali Kota Palu yang dikembangkan sebagai Pusat Kota Baru Palu Pasca Bencana. Pengembangan ini didukung dengan berbagai peluang, yaitu:
- Regional strategic positioning, yang mana Kota Baru Palu akan menjadi salah kota dengan peran sebagai pusat pertumbuhan di Sulawesi dan Indonesia.
- Nilai strategis Kota Palu sebagai penyangga IKN. Kota Palu memiliki potensi pada sektor pertambangan dan pertanian yang akan menyokong IKN. Sektor pertambangan akan menyediakan material konstruksi esensial seperti batu dan pasir, sedangkan sektor pertanian sebagai penyuplai komoditas pangan.
- Integrasi kawasan lama dan baru untuk akselerasi pembangunan. Integrasi antar pusat pelayanan penting untuk meningkatkan konektivitas kawasan dan menciptakan kota yang dinamis, efisien, dan berkelanjutan. Integrasi dapat dimulai dari penyediaan transportasi publik hingga perencanaan ruang yang terkoordinasi dengan baik. Integrasi ini juga didukung dengan RTRW dan RDTR Kota Palu yang mengarahkan integrasi antara pusat kota lama dan baru.
- Aksesibilitas udara, air, dan darat mendukung potensi pengembangan kawasan baru. Infrastruktur dan transportasi yang baik memberikan peluang konektivitas dan aksesibilitas yang optimal. Akses darat didukung oleh jalan kolektor, akses laut dekat dengan pelabuhan utama di Palu dan Donggala, serta akses udara dengan Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie.
- Peluang memanfaatkan lahan ready-to-built di Tondo. Tondo dan Talise memiliki kemudahan land development sehingga memungkinkan untuk pengembangan perumahan, kawasan bisnis, dan fasilitas umum untuk mendorong investasi kawasan.
- Potensi pengembangan di Tondo memperhatikan kondisi lahan berbukit. Kawasan Tondo memiliki karakteristik lahan datar dan berbukit, karena itu pengembangan dan implementasi perlu memperhatikan kondisi kontur.
Pengembangan Kawasan Pusat Kota Baru juga tidak terlepas dari berbagai tantangan. Kota Palu termasuk ke dalam kawasan Zona Rawan Bencana (ZRB) dengan tingkat tinggi dan sedang-rendah untuk bencana likuifikasi atau gerakan tanah. Selain itu keberadaan Sesar Palu-Koro juga menjadi tantangan untuk pembangunan kawasan di sekitarnya. Kondisi tersebut mengakibatkan perencanaan Kawasan Kota Baru perlu memperhatikan aturan pemanfaatan ruang pada ZRB dan perlu mengintegrasikan dengan perencanaan mitigasi risiko bencana.
Kawasan Pusat Kota Baru Tondo memiliki visi pengembangan “Pusat Kota Baru yang Berketahanan, Inklusif, dan Berkelanjutan”. Prinsip-prinsip utama yang dikembangkan adalah:
- Kawasan perkotaan yang berketahanan, inklusif, dan berkelanjutan.
- Mobilitas perkotaan yang terintegrasi.
- Generator ekonomi perkotaan yang variatif.


