Isu iklim saat ini telah menjadi agenda utama dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya pada bidang pembangunan. Perubahan iklim tidak hanya berpengaruh pada menurunnya kualitas lingkungan namun juga penghambatan pembangunan yang dapat berpotensi pada kerugian ekonomi. Melalui bahasan ini, perlambatan perputaran roda pembangunan akibat dampak perubahan iklim harus dijadikan momentum untuk mendorong program/kegiatan kolaboratif. Identifikasi ditinjau melalui analisis gap antara rencana pembangunan dan realisasinya yang terhambat dikarenakan perubahan iklim. Setelah mengtahui faktor-faktor yang mempengaruhi serta kegiatan apa yang terdampak, kemudian penyusunan Kolaborasi dan Sinkronisasi Perencanaan dan Pemograman kegiatan Adaptasi Perubahan Iklim melalui Pokja Sektor untuk RPJMN dan NDC dilakukan di masing-masing sektor. Kedepannya, program-program pembangunan perlu beradaptasi dan memiliki track permasalahan yang timbul dari perubahan iklim sebagai bentuk monitoring dan evaluasi pembangunan ketahanan iklim.
Paparan ini disampaikan pada kegiatan Workshop Monev Evaluasi Pembangunan Ketahanan Iklim pada 3-6 Mei 2021.


