HAS Consulting

Strategi Pemerataan Akses Dijital Perumahan dalam Sinergi Hubungan Kota-Desa (Integrated Rural-Urban Lingkages)

Dalam memperingati G20 Indonesia Tahun 2022, Pemaparan ini berisi mengenai Urban Era di Indonesia dimana pada tahun 2045, pengantar pemaparan ini diantaranya, (1) sebanyak 70% penduduk Indonesia akan tinggal di perkotaan (Bappenas, 2021), (2) migrasi penduduk menjadi salah satu yang mengakibatkan semakin mengkota Indonesia, khususnya Jakarta yang menjadi tujuan utama. Pada tahun 1980-1985, Migrasi masuk Jakarta lebih tinggi dari migrasi keluar. Namun dari tahun 1990-2015, migrasi keluar menjadi lebih tinggi dari migrasi keluar DKI Jakarta, (3) keberadaan Pasar Induk atau Pasar Tradisional yang masih adanya hubungan kota-desa dalam penyediaan dan pemenuhan kebutuhan pokok khususnya hasil pertanian. Di Kota Depok, terdapat 7 pasar tradisional yang menjual hasil pertanian dari kawasan Puncak, Bogor. Dengan isu yang dibahas seperti mengenai kontradiktif kepemilikan aset dan penghidupan warga kota dan desa, jumlah kekurangan hunian atau backlog perumahan saat ini sebesar 12,75 juta unit rumah (Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Tahun 2020 serta permasalahan mengenai harga lahan dan biaya hidup yang tinggi.

Dapat dirangkum bahwa outline dari pemaparan ini terdiri dari:
1.Isu perkotaan dalam diskursus U20 dan Kota-Desa,
2.Masalah Perumahan Perkotaan sebelum dan sesudah covid,
3.Kerangka Kota-Desa sebagai dasar solusi perkotaan,
4.Analisis Interaksi kota-desa (Studi kasus: Depok),
5.Manfaat sinergi kota-desa dalam penyediaan perumahan,
6.Tantangan penyediaan fasilitas dan amenitas perkotaan di pedesaan,
7.Rekomendasi

 

Share on Social Media

Request Buku/Paper HAS

Kirim Pesan ke HAS