Kota harus siap mengakomodir besarnya perkembangan jumlah warga kota, terutama dalam kaitannya dengan tantangan penyelenggaraan layanan perkotaan di masa depan. New Urban Agenda (NUA) menyebutkan bahwa dunia membutuhkan sebuah alat ukur baru untuk perkotaan. Pesatnya perkembangan ICT dan era internet of things dalam perkembangan generasi ke-empat (Cities 4.0) memegang peranan penting dalam mengakselerasi terciptanya instrumen (tool) dan cara penilaian dalam rangka pemenuhan layanan kota yang efektif dan efsien.
Diskusi dalam working paper ini berusaha membedah berbagai alat ukur yang digunakan dalam dunia internasional ataupun lokal dalam mengukur kinerja kota. Tujuannya adalah menjajaki kemungkinan baru dalam pengukuran kinerja layanan perkotaan yang bersifat mudah dan terintegrasi. Dalam working paper ini kami menawarkan pendekatan baru yaitu Dynamic Value Based dalam mengukur layanan perkotaan. Pendekatan ini menggunakan perspektif penerima layanan (user) untuk menjawab tantangan perkembangan dan layanan perkotaan terkini dalam rangka mewujudkan kota untuk semua (Cities for All) dan tetap memperhatikan kondisi keberlanjutan lingkungan (sustainable) kotanya.