Dengan semakin kompleksnya persoalan saat ini dan ke depan, kami menawarkan perencanaan kontemporer sebagai pendekatan dalam menghasilkan solusinya. Perencanaan kontemporer memiliki tiga unsur utama yang saling mempengaruhi, yaitu Humanity, Adaptability, dan Sustainability.
Humanity berangkat dari paradigma pembangunan people centric yang menempatkan manusia sebagai titik tekan untuk membangun peradaban dunia yang lebih baik. Bagaimana manusia sebagai sumber daya baik secara individual (Human capital) dan kolektif (social capital) dengan segala pola perilaku dan budaya yang dimilikinya (cultural value) dan kreatifitas dalam hidup dan berkehidupan (mindset) perlu terus diperkuat dan ditingkatkan kapasitasnya untuk mengatasi dunia yang semakin tidak menentu. Adaptability menekankan pada instrumen yang digunakan oleh manusia dalam beradaptasi dengan perubahan multi-dimensional yang terjadi baik yang sifatnya lamban (slow onset) maupun cepat (rapid changes). Instrumen adaptasi tersebut dapat berupa penguatan kebijakan, pembaruan metode, sampai kepada rekayasa teknis fisik maupun regenerasi ekosistem. Bagaimana instrumentasi tersebut dikembangkan akan sangat mempengaruhi kemampuan adaptasi sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Sustainability menekankan pada kondisi yang diharapkan dari upaya manusia dalam mengembangkan dan menerapkan instrumen adaptasi tersebut. Karena setiap pembangunan maupun pengelolaan sumber daya harus terus berkelanjutan baik untuk kepentingan generasi masa depan maupun berkelanjutan ketika dan setelah terjadi tekanan maupun gangguan (resiliensi). Bagaimana cara mengukur dan tata kelola keberlanjutan ini menjadi fokus utama komponen ini.
Oleh karena itu, pengembangan HAS menjadi inti dari perencanaan kontemporer yang memastikan agar solusi yang dihasilkan tetap relevan dalam menjawab persoalan yang semakin kompleks tersebut. Simak perjalanan HAS pada 2024 pada Kaleidoskop ini!