Metropolitan terbentuk karena adanya pertumbuhan urbanisasi yang tidak hanya dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk dan ekonomi, tetapi juga inovasi teknologi dalam melayani kebutuhan warga dan keterkaitan antar kota. Metropolitan akan semakin membesar jika tidak direncakanan dengan sistematis yang kemudian dapat menyebabkan berbagai permasalahan, seperti polusi, konsumsi energi tinggi, dan kesehatan warga.
Kawasan Metropolitan Lampung Raya terdiri dari 6 Kab/Kota, yaitu Kota Bandar Lampung, Kota Metro, Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Timur, dan Kabupaten Lampung Selatan. Pengembangan kawasan metropolitan ini diarahkan sebagai pusat kegiatan dengan infrastruktur dan fasilitas yang dapat menunjang kehidupan masyarakat, serta menyediakan peluang investasi dan lapangan pekerjaan.
Strategi yang dibutuhkan dalam pengembangan Metropolitan Lampung Raya, yaitu:
- Teknologi transportasi massal yang terkini dan terdepan menyesuaikan dengan ukuran wilayah.
- Manajemen pertanahan untuk kepentingan publik.
- Interaksi hubungan desa-kota yang bermanfaat, bukan meniadakan.
- Kerjasama antar daerah dimulai dari berbagi data (forum satu data metropolitan) sampai kepada penyepakatan infrastruktur yang akan dikerjasamakan.
- Hasil kesepakatan dituangkan dalam rencana tata ruang metropolitan dan menjadi pengikat setiap kepala daerah yang terpilih.


