Dikutip dari wawancara Hendricus Andy Simarmata (HAS Principal) pada Jakarta Post,
Pada pertengahan Juni, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia melaporkan bahwa proyek IKN belum mendapatkan investasi asing karena infrastruktur inti yang belum selesai, meskipun ada klaim ketertarikan yang signifikan. Hendricus Andy Simarmata, ketua Ikatan Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota Indonesia, mengkritik distrik bertema yang diusulkan di Nusantara, dengan mengatakan bahwa konsep tersebut mungkin hanya cocok untuk warga kelas menengah tetapi tidak bagi ekspatriat berpenghasilan tinggi dan dapat mengurangi identitas budaya Indonesia. Dia menekankan bahwa kota global yang sebenarnya harus memiliki populasi ekspatriat yang besar, perusahaan multinasional, neraca perdagangan luar negeri yang tinggi, dan bank internasional. Simarmata mengusulkan skema zonasi yang mencerminkan identitas budaya dan arsitektur unik Indonesia daripada distrik bertema asing dan mendesak pemerintah untuk menyusun kode bangunan sesuai dengan nilai-nilai ibu kota. Dia menyebut Kyoto dan Bali sebagai contoh di mana arsitektur tradisional menarik ekspatriat tanpa kehilangan esensi budaya. Ia menyarankan agar Indonesia percaya diri dengan daya tarik global budaya lokalnya dan mendesak pemerintah untuk mendukung hal ini.
Selengkapnya pada https://www.thejakartapost.com/business/2024/06/22/developers-propose-themed-districts-in-nusantara.html?utm_campaign=os&utm_source=mobile&utm_medium=ios


