Kami melihat Perkotaan Kepulauan Tropis bukan sebagai sebuah teori yang telah selesai. Justru sebaliknya, Ia adalah langkah awal untuk membangun paradigma perencanaan kontemporer yang tidak lagi memandang kota sebagai entitas yang berdiri sendiri, daratan sebagai ruang utama, dan laut sebagai batas. Pendekatan Perencanaan yang harus mulai bergerak dari place-based planning menuju system-based planning; dari land use menuju resource flows; dari batas administratif menuju jaringan fungsional; dari pembangunan sektoral menuju integrasi sistem; dan dari dominasi infrastruktur abu-abu menuju keseimbangan antara infrastruktur terbangun dan infrastruktur ekologis.
Dalam konteks Indonesia, transformasi paradigma tersebut menjadi semakin penting karena sebagian besar dinamika pertumbuhan ekonomi, urbanisasi, logistik, pariwisata, industri, dan konektivitas nasional berlangsung pada ruang yang berhubungan langsung dengan pesisir dan laut. Oleh karena itu, perkotaan kepulauan tropis merupakan salah satu pintu masuk untuk membaca kembali masa depan perencanaan Indonesia.
Bukan hanya bagaimana kita merencanakan sebuah kota, tetapi bagaimana kita merencanakan sistem kota dalam sebuah kepulauan. Inilah saatnya mengembalikan perencanaan pada hakikatnya, yaitu menghubungkan berbagai sistem ke dalam satu visi ruang yang bekerja.
